The Girl that Started Internet Civil War

Boxxy, a.k.a. Catie Wayne

Hampir satu dekade sejak kejadian ini terjadi.

Pada masa itu, internet belum seterjangkau sekarang. Konten bermutu masih sedikit, dan most content rerata shitpost atau blog-blog sampah macam anwarsays.blogspot.com gitudeh. Yep, most people di internet ceritanya jadi blogger, vlogger, filosofer, dll. But they show us how people really are. Dimasa itu orang-orang cenderung naif, kalau bukan jujur. Yaaaa, kalau di Indonesia sih masa-masanya mxit, mig33, deviantart, dsb.

Iya. Tahun 2009. Internet baru aja akan meledak di Indonesia saat itu. Akses masih susah dan rerata orang masih mengandalkan warnet untuk koneksi internet. Beruntung masa itu gua udah punya koneksi internet yang unlimited, via RT RW net.  Zaman itu bisa dihitung jari deh yang punya koneksi internet dirumahnya.

Pilihan soal apa yang bisa dinikmati di internet mulai banyak, tapi ga semessed up sekarang kalau soal pilihan. Cuma soal bahasa pemrograman yang belum berkembang terlalu jauh, jadi internet masih sedikit lebih sederhana daripada apa yang kita nikmati saat ini meski sudah mulai modern.

Oke, long story short. Tahun 2009 sempat ada perang sipil warganet gara gara satu cewek.  Online presencenya namanya boxxy. This random poor little girl, destroy the internet without even trying. 

boxxy smiling
Boxxy’s signature move circa 2009. “I’m boxxy you see”

Semua ini bermula dari Youtube.

Youtube saat itu masih sepi konten bermutu, ngga kaya sekarang. Banyak youtuber menggunakan youtube jadi semacam alat untuk ngomong panjang lebar di depan kamera, bicara tentang filosofi hidup dan sebagainya lah. Fitur-fitur semacam video reply, rating, dan sejenisnya masih ada saat itu. Jadi youtube lebih mirip seperti sosial media, daripada video share seperti sekarang ini.

Boxxy, mengupload dua video yang diperuntukkan untuk teman onlinenya saat itu ke Youtube. Video uploadannya boxxy, dipost ke image board populer saat itu. i-am-bored.  Lalu pindah ke message board anonim, 4chan /b/. Dari sinilah perang sipil di internet ini bermula.

How being anonymous really looks like
Mendeskripsikan /b/ dalam satu gambar

Saat ini, anonim menjadi kata yang terlalu murah. Banyak kita lihat di sosial media orang yang mengaku-ngaku anonymous, tapi pakai akun pribadinya. Padahal, anonymous bukan “keren” i think.

Perang sipil macam apa yang terjadi? Kenapa bisa terjadi perang sipil ini? Apa yang terjadi selama perang sipil ini? Apa dampaknya untuk Indonesia?

Agak panjang ceritanya. Ini juga dari apa yang saya alami dan saya baca aja sih.

  • Perang sipil di internet. Kalau kamu sudah cukup lama di internet, kamu tentu tau apa yang namanya message board, forum, chan, image board, dll. Perang sipil ini terjadi di seantero internet saat itu, berawal dari message board anonim di  sebuah situs chan. Being anonim, orang keluar sifat aslinya. Yep. Percayalah, ketika manusia dikasih topeng, keluar semua kekejiannya. (Kalau sekarang anonimitas sudah susah apalagi di sosial media so beberapa orang bikin fake account buat ngomong seenak udel dia.)

Satu hal lagi ketika sekelompok orang diberi anonimitas, kekuatan massa jadi lebih kuat, karena orang-orang merasa tidak perlu takut untuk berpihak. Tidak perlu khawatir soal siapa yang tersindir. Tidak perlu khawatir apa dampaknya untuk hidup mereka.

  • Kenapa terjadi perang sipil ini? Semua karena keberpihakan anonim. Sebagian orang suka sama si boxxy entah karena orangnya, karakternya, atau matanya. Yang jelas bukan karena kontennya. Sebagian lagi menganggap si boxxy ini adalah sesuatu yang dipaksakan.

Internet terbagi dua, lover sama haternya si boxxy ini. Mungkin dampaknya kurang terasa ke Indonesia kecuali sama beberapa anak emo dengan akses internet kali ya. Banyak video parodi dan reaction bermunculan. Diskusi terkait boxxy muncul dimana mana. Channel boxxy menjadi salah satu channel dengan peningkatan subscriber paling signifikan sepanjang masa.

Diberi anonimitas, orang merasa tidak perlu bertanggung jawab dan menanggung konsekuensi atas apa yang dilakukannya.

Anehnya, di masa itu, orang-orang obsessed banget sama si boxxy ini. Yang lover maniak banget, yang hater devoted banget. Para lover, cenderung merupakan orang-orang yang baru pada masa itu di internet, sedangkan para hater cenderung orang orang lama di internet. Dari yang awalnya nyinyir biasa, berlangsung panas, sampai ke upaya pembunuhan.

  • Apa yang terjadi selama perang sipil ini? Well, internet is a strange place. Some people could devote him/herself so much to one particular thing. Meski sebenarnya si boxxy ini tidak mengambil keuntungan apa apa dari kepopuleran mendadaknya, dan tidak pernah berusaha menjadi attention whores kaya yang bebeapa orang bilang, some people took boxxy things too far.

Upaya pertama yang dilakukan terkait boxxy ini namanya Operation Valkyrie. Operasi ini bertujuan untuk mencari tau siapa identitas boxxy, tinggal dimana, keturunan siapa dll. Mencuat beberapa nama, tapi singkat kata, operasi ini gagal. 

Kisruh semakin meruncing. Internet kemudian sampai ke satu titik dimana para haters yang bisa hacking di seluruh dunia melakukan Operation Clampdown sebagai bentuk protes atas fenomena boxxy ini. Bahkan para hacker itu bagi bagi tools yang bisa digunakan untuk menenggelamkan internet. Dan misi ini berhasil, selama beberapa jam.

Operation Clampdown. Fenomena anarkisme internet pertama. Kalau di Indonesia, mirip sama “Bandung Lautan Api” = Menolak diduduki, bakar sekalian.

Tidak puas dengan operation clampdown itu, beberapa orang membentuk komunitas “hacker” yang dinamai CBRC, atau Center for Boxxy Control and Restriction. Mereka berhasil meretas myspace, email, youtube, dan berbagai akun sosial media personal si boxxy. Mereka menghapus semua video di channel boxxy dan mengepost ancaman untuk tidak mengupload video lagi, atau data pribadinya bakal disebar.

Well, meski mereka berusaha fair untuk tidak menyebar data pribadinya boxxy a.k.a. Catie Wayne, ada salah seorang CBRC yang membocorkan data pribadinya boxxy. Berhubung masih panas peperangan oldfag vs newfagboxxy lover & boxxy hater, data ini menjadi viral. Beberapa orang bertindak terlalu jauh dengan stalking Catie Wayne a.k.a boxxy, tetiba muncul di pintu rumahnya, bullying, melakukan berbagai tindakan tidak menyenangkan, dan puncaknya: ancaman pembunuhan. Ancaman pembunuhan ini akhirnya memaksa Catie Wayne sekeluarga untuk pindah rumah.

Sadar beberapa hal menjadi terlalu jauh, pendiri CBRC akhirnya meminta maaf dan berusaha merehabilitasi apa yang terjadi sama Catie Wayne a.k.a boxxy sekeluarga. Dibentuk tim untuk mengcounter segala informasi pribadi boxxy di internet, dan mereplacenya dengan informasi palsu. Lalu para anonim membuat boxxpeace, event gathering baik para hater maupun lovernya boxxy. Well, upaya ini berhasil, sort of.  Apakah ini semua berakhir? Kelihatannya.

Saat ini, berdasarkan video terakhir yang diupload Catie Wayne di channel barunya, dia sudah menjalani hidup yang damai, dan meminta para fans boxxy untuk tidak mengharapkan video baru lagi.

Catie Wayne in 2017. Ketika mencoba muncul lagi sebagai boxxy di tahun 2014, sudah terlalu banyak hal yang berubah dibanding saat pertama kali dia muncul sebagai boxxy.
  • Dampak boxxy bagi Indonesia. Almost nothing, kecuali beberapa portal berita yang mengandalkan internet saat itu sempat kehilangan sumber beritanya. Total turnoff ya? Maaf ya.

Saat itu (bahkan sampai sekarang), Indonesia belum banyak menjadi bagian dari komunitas internet global sih. Indonesia itu konsumen, bukan partisipan. Ironi….

Jadi itulah kisah tentang boxxy, gadis yang hampir menghancurkan internet bahkan tanpa berniat melakukannya. Gadis yang tiba-tiba populer, tanpa keinginannya.

FYI, Catie orangnya baik, dan passionate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *