Shitposting: Sebuah Kultur

Shitposting for a living

Belakangan, shitposting *baru* mulai populer di Indonesia. Dan some people maybe cukup bangga dengan memahami gaya becandaan dan atau tenggelam di dunia shitposting. Muncul fanpage-fanpage shitposting di FB dan masing masing memiliki tema shitpostingnya sendiri-sendiri baik itu buatan sendiri maupun hasil reupload dan reshare dari FP shitposting lain.

Apa sebenarnya shitposting itu? Bagaimana sejarah shitposting? Apa hubungannya shitposting dan kemenangan Donald Trump? Well, saya coba mengumpulkan beberapa referensi dan menceritakan apa yang pernah saya pantau di net.

Apa itu shitposting?
Shitposting terdiri dari dua kata: “shit” + “posting”. “Shit” dapat diartikan “tahi” dan “posting” berarti mengepos (dalam hal ini di media online).

Menurut wikipedia, shitposting adalah tindakan mengirimkan konten yang agresif, ironi, maupun troll tingkat rendah dalam skala yang besar.Biasanya shitposting dilakukan di forum internet maupun media sosial. Terkadang, shitposting digunakan untuk mengalihkan pembicaraan atau membuat para pengunjung situs web menjadi kurang nyaman.

Sedangkan di urban dictionary, shitposting berarti mengepos meme, video, atau gambar lain yang agak menghibur tapi seringkali tidak lucu, random, dan tidak berkaitan dengan diskusi.

Dapat kita artikan bahwa shitposting adalah mengepost sesuatu yang tidak berguna dan agak menghibur untuk berbagai tujuan, baik itu ngelucu, ngetroll, atau gajelas.

Bagaimana asal usul shitposting?
Shitposting merupakan salah satu kultur di Internet, yang muncul sebagai ironi atas mainstream discussion. Awalnya seringkali dipost untuk troll, atau sekedar selingan. Pernah tau kan kalau lagi diskusi serius lalu tiba-tiba ada yang kentut atau ngelawak gajelas? Kira kira seperti itulah. Lalu shitposting ini menjadi thread sendiri, dan bahkan sekarang banyak fanpage dan website yang mendedikasikan khusus untuk shitposting ini.

Sebelum populer di Indonesia, shitposting merupakan hal yang populer di berbagai forum diskusi dan imageboard global, jadi tidak spesifik berasal dari satu negara khusus. Berdasarkan website Know Your Meme, istilah shitposting pertama dapat ditraceback sejak tahun 2007 di forum bernama Something Awful. Perlahan tapi pasti, shitposting mulai berkembang dan meluas menjadi sebuah kultur tersendiri di internet.

Penggunaan kata “shitposting” pertama yang dapat ditelusuri.

Di Indonesia, shitposting baru populer tahun-tahun belakangan. Sebelum shitposting, ada beberapa kultur yang merebak tahun 2010an. Salah satu kultur ini namanya kitsch culture, dan dipopulerkan oleh akun twitter asmoroklub. Akun ini juga memiliki blog dan fanpage, tapi kurang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang baru saja akan mengalami uniknya internet. (Saya ingat menertawakan jokes di asmoroklub dan ketika saya perlihatkan ke teman saya, dia tidak tertawa sama sekali).

Merebaknya shitposting belakang ini ternyata turut berkontribusi pada opini masyarakat umur 17-30 tahunan (mayoritas. Source: dude, trust me). Dan tidak disangka, ternyata shitposting diduga menjadi salah satu penyebab kemenangan Trump pada pemilihan presiden Amerika beberapa waktu lalu.

Shitposting salah satu penyebab kemenangan Trump (?)

Bagaimana shitposting berkembang?
Well, saya rasa internet merupakan tempat yang aneh. Kita tidak bisa benar-benar menebak dan memprediksi apa yang akan menjadi fenomena dan kultur di internet. Tiap forum, imageboard, discussion board, dan sosial media memiliki karakternya tersendiri. Jarang karakter tersebut menjadi sebuah kultur baru di internet. Kapan hal tersebut bisa disebut kultur juga sebenarnya masih kabur dan tidak jelas. Sebab ya itu, internet merupakan tempat yang aneh.

Berdasarkan apa yang saya amati, rerata penikmat shitposting cenderung sudah cukup lama menyelam di dunia maya. Cara bercandaan shitposting yang getir, kasar, dan nyeleneh cenderung membutuhkan sedikit pemahaman yang agak lebih dalam. Orang yang baru bertemu dengan apa yang namanya shitposting belum tentu menganggap shitposting sebagai sebuah hiburan yang menarik. Malah bisa jadi orang tersebut terpancing untuk marah jika apa yang ia sampaikan ditanggapi dengan shitposting.

Shitposting, menjadi sebuah cara untuk membahas sesuatu yang seringkali bersebrangan dengan opini umum, dengan cara yang sama sekali tidak elegan. “A joke so awful that it becomes funny”.

Dan tren internet akan terus berkembang. Apa yang menjadi tren sekarang ini, belum tentu akan menjadi tren di bulan depan. Kadang terlalu mengikuti tren macam ini juga sebenarnya bikin lelah.

Well, don’t get too immersed into it.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *