The Day I Lost Kemoceng

30 Juni 2018. Today, i feel lost. Ada kucing di halaman belakang rumah gua yang beranak. Anaknya 4, dan hari ini gua kehilangan anaknya yang terakhir. Namanya Kemoceng. I feel lost.

(Ini post curhatan Anwar, kalau gamau baca silakan skip disini. This post won’t be tailored at all)

Life is unfair for some reason, and I still don’t know what the reason is.

Kucing itu lahir pas gua lagi sibuk-sibuknya garap pesenan Oriflame. Sigh. I saw them born, grow, get sick, and died one by one. The last one kinda breaking my heart. Karena gua udah mengerahkan berbagai effort untuk mempertahankan nyawanya.

Namanya kemoceng. Dia lahir dua bulan lalu bareng tiga kakak kakaknya yang lain. Gua masih inget pas baru lahir sampai beberapa minggu matanya masih merem. Lalu mulai belajar diri, belajar jalan, belajar lompat dari kardus.

Koceng, few hours after she was born

Sempet hilang karena ada anak kecil yang ngambil. Gua ambil dari anak kecil itu. Lalu mulai bisa loncat-loncat. Kalau kita duduk dia suka nyamperin terus duduk di pangkuan. Pecicilan, belajar berantem.

Lalu satu persatu kakak kakaknya mulai mati. Dua kucing belum sempat dikasih nama karena mati dengan cepat. Berturut turut.

Sisa dua kucing, lalu dikasih nama “koceng” dan “kemoceng”. Saat itu, mereka sudah kuat untuk jalan, lari, dan bercanda. Seringkali maksa banget buat masuk rumah, dan terus menerus dikeluarin.

Koceng dan Kemoceng

One day, Koceng kecebur bak mandi saat ada keluarga dateng kerumah. Gua ga sempet liat. Lalu Koceng diselamatkan dan perutnya udah kembung. It died the day after.

Saat Koceng mati, Kemoceng tidur diatas badan Koceng. Mungkin nyoba ngajak bercanda tapi ga direspon. Sejak saat itu Koceng ga lagi ceria. Dia males makan. Dia ga lagi pecicilan. Langkahnya juga sendu.

Kemoceng di dokter hewan
Koceng saat masih “terlihat” sehat. H-1 disaster

Sampai suatu hari keluar cacing dari anusnya. Gua bawa ke dokter hewan. Dikasih obat. Jalan dua hari, dia maksa untuk keluar. Ini pertama kalinya dia keluar dari halaman belakang rumah gua. Dia duduk di selasar sambil merhatiin orang jalan sana sini.

Cacing dari anus kemoceng
Telur cacing

Beberapa jam kemudian, dia sekarat. Gua agak nyesel dateng lebih awal karena gua jadi harus liat dia sekarat dan dikerubungi lalat. Lalu mati.

Kemoceng, died.

Hhhhh. I feel so damaged. Life is kinda unfair to me. I already lost many things this year, and You should took this poor cat away from me? Why? I hate this feeling. I feel lost.

I’m mad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *