The Fall of Icarus

Landscape with The Fall of Icarus
Landscape with the Fall of Icarus – Bruegel

Lukisan di atas memiliki judul “Landscape with the Fall of Icarus“, karya Pieter Brueghel the Elder. Lukisan ini bisa kita temui di Royal Museums of Fine Arts di Belgia.

Ada yang tahu dimana Icarus di lukisan ini? Ya, Icarus pada lukisan ini bisa kita temukan di pojok kanan lukisan, dan cuma kakinya saja yang keliatan. Lukisan ini memiliki makna yang cukup dalam, berdasarkan pandangan dan persepsi saya pribadi.

Saya mengkategorikan post ini di kategori Mildly Interesting dan Opini karena post ini merupakan opini saya pribadi tentang hal yang agak menarik buat saya. Selamat membaca dan share jika bermanfaat 🙂

Siapa itu Icarus?

Dalam mitologi Yunani, Icarus adalah anak dari Daedalus, pencipta Labirin tempat Minotaur menetap. Labirin ini dibangun dekat Knossos untuk mengurung Minotaur, monster dengan rupa separuh manusia dan separuh kerbau hasil perselingkuhan istri Raja Minos dengan seekor kerbau.

Thesseus - Minotaur
Thesseus mengalahkan Minotaur

Daedalus ikut dipenjarakan dalam labirin ini setelah dia memberikan Ariadne alat untuk menolong Theseus (musuh Minos) untuk mengalahkan Minotaur. Bersama Icarus, Daedalus berencana untuk kabur dari pulau Crete dengan membuat sayap.

Icarus terjatuh

Saat hendak pergi dari Crete, Icarus dibuatkan sayap oleh Daedalus dengan bulu burung yang dilekatkan dengan lem. Daedalus memperingatkan Icarus untuk tidak terbang terlalu tinggi dan terlalu dekat dengan matahari. Well, Icarus tidak mendengarkan saran ayahnya, dia terbang terlalu dekat dengan matahari, dan melelehkan lem yang melekatkan bulu-bulu sayapnya.

Dalam keputus asaan, Icarus mengepakkan kedua tangannya yang tidak lagi terlihat seperti sayap sampai akhirnya terjatuh di tengah laut dan ditelan ombak. Mitologi ini menjadi legenda, dan nama Icarus diabadikan menjadi nama pulau dan lautan di dekat perbatasan Yunani dengan Turki.

Makna halus

Di lukisan ini, Icarus tidak menjadi fokus utama. Kita bisa melihat bahwa lukisan didominasi oleh gambar laut, dan objek yang dominan adalah pembajak sawah. Di dekat Icarus ada orang yang sedang memancing, dan kapal yang berlalu lalang. Dapat kita lihat pula seseorang tengah menggembalakan dombanya sambil memunggungi Icarus.

Dari semua hal diatas, kita sadar bahwa hampir tidak ada yang peduli bahwa Icarus sedang tenggelam. Orang-orang pada lukisan itu tetap sibuk dengan kesibukannya masing masing dan seolah tidak tahu bahwa Icarus, anak Daedalus, baru saja jatuh dan tenggelam. Mereka juga belum tentu tahu bahwa orang yang tenggelam itu adalah Icarus.

Begitupun di dunia nyata. Apapun yang terjadi pada kita, tidak akan ada yang benar-benar peduli. Beberapa orang mungkin akan berhenti untuk menolong ketika kita mengalami kecelakaan, tapi kebanyakan orang akan melanjutkan hidup dan kesibukannya masing-masing. Mereka cuma akan menjadikanmu cerita ketika mereka sempat untuk menceritakannya.

Saya ingat beberapa tahun lalu saya menyaksikan pembunuhan di Ciawi, dekat rumah salah satu teman dekat saya. Ada pedagang ubi bakar yang dirampok, dan ditusuk oleh perampoknya. Banyak warga berkerumun, namun tidak memberi pertolongan berarti. Mereka khawatir harus bertanggung jawab atas biaya pengobatan orang tersebut, sampai akhirnya nyawa alm tidak tertolong lagi.

Saya? Saya masih sekolah dan tidak memiliki pendapatan lain kecuali uang jajan dari orangtua saya. Saya tidak tahu harus menolong apa, dan saya adalah bagian dari kerumunan orang yang hanya bisa menonton peristiwa itu. Ya, saya cuma bisa menonton.

Konklusi

Jadi, dunia tidak akan peduli kamu siapa kecuali ada yang bisa diambil darimu. Semua tokoh-tokoh yang kita lihat di layar kaca dan di media cetak, kita cuma peduli saat ada yang bisa kita harapkan atau bisa kita ambil pelajaran darinya.

Good thing is, kita tidak perlu terlalu peduli apa yang orang katakan tentang kita. Kita tidak perlu takut reputasi kita jatuh atau kita dinilai begini-begitu karena langkah yang kita ambil. Pada akhirnya, mereka yang benar-benar peduli denganmu tidak akan terlalu mempermasalahkan itu. Mereka yang mencibir dan mempermasalahkan langkah yang kamu ambil, tidak akan benar-benar terlalu peduli denganmu.

Mereka yang peduli denganmu akan mengarahkanmu jika kamu akan mengambil keputusan dan langkah yang salah, dan ketika ternyata kamu memang mengambil langkah dan keputusan yang salah, mereka akan tetap memaklumi dan menerimamu sepenuh hati.

Semua orang yang mengomentari dirimu, langkahmu, akan segera melupakanmu. Kamu bisa tetap menjadi orang baik, dan semua orang di dunia tidak memiliki kewajiban untuk membalas perbuatan baikmu. Semua perbuatan dan tingkah memalukanmu, akan segera terlupakan.

Banyak hal yang menjadi viral dan segera tenggelam seiring waktu. Keviralan dan kepopuleran ini hanya bersifat temporer. Karena ada yang bisa ditertawakan, dikomentari, dikagumi, atau dipelajari. Singkat kemudian, akan kembali terlupakan.

============

Semua gambar diatas berasal dari Wikipedia dan dapat didownload dengan bebas dengan asumsi lisensi common use.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *