Shitposting: Sebuah Kultur

Shitposting for a living

Belakangan, shitposting *baru* mulai populer di Indonesia. Dan some people maybe cukup bangga dengan memahami gaya becandaan dan atau tenggelam di dunia shitposting. Muncul fanpage-fanpage shitposting di FB dan masing masing memiliki tema shitpostingnya sendiri-sendiri baik itu buatan sendiri maupun hasil reupload dan reshare dari FP shitposting lain.

Apa sebenarnya shitposting itu? Bagaimana sejarah shitposting? Apa hubungannya shitposting dan kemenangan Donald Trump? Well, saya coba mengumpulkan beberapa referensi dan menceritakan apa yang pernah saya pantau di net. Continue reading “Shitposting: Sebuah Kultur”

When You Are At Your Lowest

Mungkin kalian pernah sampai di titik ini. Mungkin juga kalian sedang berada di titik ini. Kalau kalian belum pernah sampai di titik ini, bersyukur, dan persiapkan diri.

Sepanjang hidup, mungkin kita akan ada di fase “jatuh”. Fase ini berbeda-beda pada setiap orang. Penyebabnya juga variatif, tergantung situasi, kondisi, dan takdir juga sih. Basi lah omongan-omongan soal “Ayo kalo jatuh harus bangkit” dan sejenisnya, karena setiap orang mengalami pengalaman yang berbeda. Mungkin yang berat buat si A, enteng buat si B. Mungkin si C memang sanggup menerima “jatuh” yang lebih dalam daripada si D. Beda.

Saat “jatuh”, kita cenderung lebih senang terjebak di masa itu. Mencari dopingan dopamin dari berbagai sumber; entah itu sosmed, majalah, olahraga, tidur, makan, dsb.  Mencari penundaan untuk menghadapi apa yang seharusnya kita hadapi. Once you feel enough, kita akan sampai pada realisasi: Ini semua harus dihadapi.

Toh kita akan bertahan, dan sadar banyak hal saat menjalaninya.

Saat kamu sedang “jatuh”, kamu akan sadar kalau kamu punya lebih sedikit teman daripada yang kamu pikir. Teman yang bisa melihat lebih jauh dari status sosial dan keberadaanmu. Teman yang masih ngajakin kesana kesini kalau ada waktu.

Saat kamu sedang “jatuh”, kamu akan mulai mengukur harga diri dengan standar yang kamu pasang sendiri. Kamu akan mulai mengukur kapasitas dan daya juang dirimu. Kamu tidak lagi terlalu memikirkan ekspektasi orang lain yang cuma akan membebani dan membatasi ruang gerakmu.

Saat kamu sedang “jatuh”, kamu akan sadar bahwa semuanya tidak pernah terlalu berarti. Kita hidup diantara 7 milyar manusia lainnya, di atas bola batu yang berotasi mengitari bintang kecil, di pinggir galaksi kecil diantara milyaran bintang lainnya. Galaksi ini bersandar di tepi gugus galaksi diantara ratusan ribu galaksi lainnya. Ditengah triliunan struktur alam semesta lain. Really, who do you think you are?

Saat kamu sedang “jatuh”, kamu akan mulai menghargai hal-hal kecil. Kamu akan sadar bahwa hidup memang tidak pernah adil. You should work your asses off somewhere.

Dan yaudalah gausah kebanyakan berkata-kata. Silakan sedih selagi masanya. Gausah kelamaan.

The Girl that Started Internet Civil War

Boxxy, a.k.a. Catie Wayne

Hampir satu dekade sejak kejadian ini terjadi.

Pada masa itu, internet belum seterjangkau sekarang. Konten bermutu masih sedikit, dan most content rerata shitpost atau blog-blog sampah macam anwarsays.blogspot.com gitudeh. Yep, most people di internet ceritanya jadi blogger, vlogger, filosofer, dll. But they show us how people really are. Dimasa itu orang-orang cenderung naif, kalau bukan jujur. Yaaaa, kalau di Indonesia sih masa-masanya mxit, mig33, deviantart, dsb.

Iya. Tahun 2009. Internet baru aja akan meledak di Indonesia saat itu. Akses masih susah dan rerata orang masih mengandalkan warnet untuk koneksi internet. Beruntung masa itu gua udah punya koneksi internet yang unlimited, via RT RW net.  Zaman itu bisa dihitung jari deh yang punya koneksi internet dirumahnya.

Pilihan soal apa yang bisa dinikmati di internet mulai banyak, tapi ga semessed up sekarang kalau soal pilihan. Cuma soal bahasa pemrograman yang belum berkembang terlalu jauh, jadi internet masih sedikit lebih sederhana daripada apa yang kita nikmati saat ini meski sudah mulai modern.

Oke, long story short. Tahun 2009 sempat ada perang sipil warganet gara gara satu cewek.  Online presencenya namanya boxxy. This random poor little girl, destroy the internet without even trying. 

boxxy smiling
Boxxy’s signature move circa 2009. “I’m boxxy you see”

Semua ini bermula dari Youtube.

Youtube saat itu masih sepi konten bermutu, ngga kaya sekarang. Banyak youtuber menggunakan youtube jadi semacam alat untuk ngomong panjang lebar di depan kamera, bicara tentang filosofi hidup dan sebagainya lah. Fitur-fitur semacam video reply, rating, dan sejenisnya masih ada saat itu. Jadi youtube lebih mirip seperti sosial media, daripada video share seperti sekarang ini.

Boxxy, mengupload dua video yang diperuntukkan untuk teman onlinenya saat itu ke Youtube. Video uploadannya boxxy, dipost ke image board populer saat itu. i-am-bored.  Lalu pindah ke message board anonim, 4chan /b/. Dari sinilah perang sipil di internet ini bermula.

How being anonymous really looks like
Mendeskripsikan /b/ dalam satu gambar

Saat ini, anonim menjadi kata yang terlalu murah. Banyak kita lihat di sosial media orang yang mengaku-ngaku anonymous, tapi pakai akun pribadinya. Padahal, anonymous bukan “keren” i think.

Perang sipil macam apa yang terjadi? Kenapa bisa terjadi perang sipil ini? Apa yang terjadi selama perang sipil ini? Apa dampaknya untuk Indonesia?

Continue reading “The Girl that Started Internet Civil War”

Halo!

Mandatory banget ya nulis post ini?

Oke. Ini post pertama di page ini, setelah 4 kali perombakan. Nama saya Anwar. Salam kenal. Dah gitu dulu. Mungkin nanti dipanjangin kalo udah lebih nganggur.