Cara Cari Uang di Internet: Ngasitau Cara Cari Uang di Internet

Halo! Kali ini gua mau beropini aja sih. Mungkin buat sebagian orang post ini ga terlalu nolong, but whatever. Belakangan gua ngeliat orang yang cari uang di internet dengan menjual cara-cara cari uang di internet. Nah. Gua mau cerita sedikit sama berpendapat tentang apa yang namanya “Cari Uang di Internet“.

Perjalanan gua cari uang di Internet rupanya udah cukup lama, sejak 2005. Waktu itu gua coba buat web di tripod.com (masih ada ternyata sampai sekarang). Nah kalau kita buat web gratisan, kita bakal dijejali sama iklan-iklan yang bakal mendominasi 30% dari blog kita. Dapet persenan? Belum tentu. alamat web gua saat itu anwar.tripod.com (udah didelete pastinya karena inactivity) meski nama webnya hibrcorp.

Gua bisa nyasar di tripod.com semata mata karena keywoard “free hosting and domain” waktu lagi googling di Starnet, warnet satu-satunya di Bojonggede saat itu. Karena internet masih belum secepat sekarang, buat ngebuka tripodnya aja setengah jam sendiri. Gua buat webnya fully html based, desain saat itu masih susah banget dan html masih gabisa diandalkan. Setelah berminggu-minggu ngutak ngatik kode pake metode try and error, akhirnya web itu selesai tahun 2006. Sigh.

Screenshot hibrcorp, my first website
Hibrcorp, my very first website. Skrinsut dari file asli yang masih tersimpan sampai sekarang. Kinda proud, eh

Photoshop? Cuma tau drag drop kasi teks terus kasi layer effect. HTML? Cuma berbekal coba-coba. ASP PHP dll? Mana ngerti. JS? Gapaham. Tapi web ini cukup jadi senjata buat gua untuk mulai berdagang jasa. Singkat kata, tiap ketemu orang yang minta dibuatin web, gua kasi liat web sampah itu ke orang orang.

Klien pertama gua tidak lain adalah… Bokap gua sendiri. Gua buat semacam web company profile untuk perusahaan bokap gua. Invoicenya dihitung perpage. Agak sedikit lebih bagus daripada Hibrcorpnya sendiri because…well…. dibayar. Thanks dad.

screenshot comprof pt. ras
Layer? Mana ada dulu. CMS? Apa itu? Ngukur pixel per pixel is such a pain in the a**.

Tahun 2007, blogspot mulai populer. Gua pakai blogspot dan nyoba cari cara lain buat cari duit. Ternyata ada yang namanya adsense. Dulu buat daftar adsense ga sesusah sekarang. Kita cukup sign up lalu kita udah bisa mulai ngeduitin blog kita. Dan…. Gua nemu cara jahat buat itu. Yaitu dengan ngeklik sendiri iklan kita di warnet (haha).

Lumayan, gua dapet nominal yang agak gede. Tapi, ga sampai sebulan akun gua ternyata diblacklist, dan sampai sekarang rupanya akun gua diblacklist. Makanya blog gua yang di blogspot gapernah bisa diduitin. Oke fine hahaha.

Semua hal itu mengantarkan gua buat direkomendasikan untuk ikut olimpiade komputer, dan gua adalah satu dari beberapa orang yang terpilih untuk mewakili kota Bogor di olimpiade komputer. Sejak itu gua dikenal sebagai orang yang “jago komputer”, padahal mah….. Hahahaha.

Kalau ga salah di awal 2008, gua dapet klien dari anak anak sekolah sebuah SMA favorit di Bogor. Iya, mereka seumuran gua. 3 orang. Dan gua dibayar agak lumayan buat beli pulsa 2000 sms saat itu. Berulang di tahun depannya, tahun 2009 gua dapet klien dari sekolah yang sama, dan kali ini gua dibayar agak sangat lumayan buat gua saat itu. Cukup buat bayar spp 2 bulan dan nonton di bioskop 20 kali. Lumayan kan? Begonya ga gua pake nabung sih.

Per 2010, gua udah buat belasan web, bertarif pelajar. Ya sekedar buat beli pulsa aja lah. Lalu ada yang mau buat web serius gitulah. Pengusaha tas. Gua yang waktu itu belum ngerti soal alur project bodohnya nganggurin kesempatan itu aja, yang kalo dipikir gua bisa dapet nominal jutaan (saat itu web profesional tarifnya masih jutaan) dengan kerja dan belajar 2 bulanan. Hal yang sama terjadi juga sama pengusaha papan iklan di jogja yang bela-belain dateng ke bogor. Bego banget lu war.

Semua perjalanan itu terhenti karena studi, kerja, dsb. Blah blah blah, saat ini cara gua cari uang di internet ya dengan jualan Hibrkraft dan jualan jasa di beberapa web perdagangan jasa. Gua sempet juga jadi penganalis iklan fesbuk dan penerjemah. Ya bisa dibilang freelancing gitulah. Duitnya lumayan kok, dan jam kerjanya juga ga kaya jam kerja kantoran.  Kalo mau dibahas mending kita bahas di post lain aja ya.

Jadi, gua mau bilang, cari uang di Internet itu butuh dedikasi dan waktu. Lu gabisa mendedikasikan waktu lu seminggu dua minggu lalu kemudian tiba tiba lu dapet duit banyak. Gabisa, semua ada proses. Dan sampai sekarang juga gua masih menjalani proses itu.

Ada banyak orang yang nyari duit di internet dengan cara ngasitau cara cari uang di internet. Agak lucu sih, karena gua yakin dia sendiri belum tentu prolific di bidang-bidang yang dia kasitau itu. Dia cuma jualan e-book dan ngarep banyak visitor ke blog/webnya. Dan berhasil. Karena banyak dari kita memang rada putus asa soal cari uang dan melihat internet adalah peluang untuk cari uang.

Itu sama aja jadi jualan motivasi usaha, padahal tidak punya usaha sendiri yang mumpuni. Jalan dari kampus ke kampus ngasih motivasi usaha, dan ironisnya malah mencetak pengangguran-pengangguran baru.

Cari uang di internet? Semua bisa. Internet tempat yang luas, tapi juga terlalu luas. Semua orang udah jualan di internet. Semua udah ada di Internet. Lalu bagaimana caranya biar bisa jadi pionir disitu?

Ga gampang. Butuh waktu. Butuh dedikasi. Namanya cari uang, ga segampang apa yang dibicarakan di cara-cara mencari uang di internet. Dia juga susah pasti. Mungkin benar, cara paling mudah cari uang di internet adalah dengan bikin artikel dan ebook ngasitau orang cara cari uang di internet :P.

Semoga bermanfaat 🙂

Shitposting: Sebuah Kultur

Shitposting for a living

Belakangan, shitposting *baru* mulai populer di Indonesia. Dan some people maybe cukup bangga dengan memahami gaya becandaan dan atau tenggelam di dunia shitposting. Muncul fanpage-fanpage shitposting di FB dan masing masing memiliki tema shitpostingnya sendiri-sendiri baik itu buatan sendiri maupun hasil reupload dan reshare dari FP shitposting lain.

Apa sebenarnya shitposting itu? Bagaimana sejarah shitposting? Apa hubungannya shitposting dan kemenangan Donald Trump? Well, saya coba mengumpulkan beberapa referensi dan menceritakan apa yang pernah saya pantau di net. Continue reading “Shitposting: Sebuah Kultur”

The Girl that Started Internet Civil War

Boxxy, a.k.a. Catie Wayne

Hampir satu dekade sejak kejadian ini terjadi.

Pada masa itu, internet belum seterjangkau sekarang. Konten bermutu masih sedikit, dan most content rerata shitpost atau blog-blog sampah macam anwarsays.blogspot.com gitudeh. Yep, most people di internet ceritanya jadi blogger, vlogger, filosofer, dll. But they show us how people really are. Dimasa itu orang-orang cenderung naif, kalau bukan jujur. Yaaaa, kalau di Indonesia sih masa-masanya mxit, mig33, deviantart, dsb.

Iya. Tahun 2009. Internet baru aja akan meledak di Indonesia saat itu. Akses masih susah dan rerata orang masih mengandalkan warnet untuk koneksi internet. Beruntung masa itu gua udah punya koneksi internet yang unlimited, via RT RW net.  Zaman itu bisa dihitung jari deh yang punya koneksi internet dirumahnya.

Pilihan soal apa yang bisa dinikmati di internet mulai banyak, tapi ga semessed up sekarang kalau soal pilihan. Cuma soal bahasa pemrograman yang belum berkembang terlalu jauh, jadi internet masih sedikit lebih sederhana daripada apa yang kita nikmati saat ini meski sudah mulai modern.

Oke, long story short. Tahun 2009 sempat ada perang sipil warganet gara gara satu cewek.  Online presencenya namanya boxxy. This random poor little girl, destroy the internet without even trying. 

boxxy smiling
Boxxy’s signature move circa 2009. “I’m boxxy you see”

Semua ini bermula dari Youtube.

Youtube saat itu masih sepi konten bermutu, ngga kaya sekarang. Banyak youtuber menggunakan youtube jadi semacam alat untuk ngomong panjang lebar di depan kamera, bicara tentang filosofi hidup dan sebagainya lah. Fitur-fitur semacam video reply, rating, dan sejenisnya masih ada saat itu. Jadi youtube lebih mirip seperti sosial media, daripada video share seperti sekarang ini.

Boxxy, mengupload dua video yang diperuntukkan untuk teman onlinenya saat itu ke Youtube. Video uploadannya boxxy, dipost ke image board populer saat itu. i-am-bored.  Lalu pindah ke message board anonim, 4chan /b/. Dari sinilah perang sipil di internet ini bermula.

How being anonymous really looks like
Mendeskripsikan /b/ dalam satu gambar

Saat ini, anonim menjadi kata yang terlalu murah. Banyak kita lihat di sosial media orang yang mengaku-ngaku anonymous, tapi pakai akun pribadinya. Padahal, anonymous bukan “keren” i think.

Perang sipil macam apa yang terjadi? Kenapa bisa terjadi perang sipil ini? Apa yang terjadi selama perang sipil ini? Apa dampaknya untuk Indonesia?

Continue reading “The Girl that Started Internet Civil War”