Penggunaan Hashtag Pada Instagram

Penggunaan hashtag pada instagram 2018

Beberapa hari lalu saya difasilitasi sama penyanyi asal New Jersey, yang juga merupakan salah satu client saya, Austin Redmon untuk mempelajari cara menumbuhkan Instagram secara organik tahun 2018, dan disitu saya dititikberatkan pada penggunaan hashtag pada Instagram pada tahun 2018 ini.

Penggunaan hashtag pada instagram 2018

Oke, pertama, apa itu hashtag? Berdasarkan sepemahaman saya sampai saat ini, hashtag adalah tipe metadata yang digunakan di berbagai sosial media dan platform lain, yang memungkinkan pengguna untuk men-submit dan mencari post dengan tema tertentu tanpa harus menggunakan mark up language.

Nah, berdasarkan apa yang saya pelajari, Instagram dan berbagai sosial media lain mengupdate penggunaan hashtagnya dan terus melakukan improvisasi dan perkembangan disesuaikan dengan zaman personalized feeds sekarang ini. Semua ini berkat AI yang diterapkan untuk mempelajari behavior dan menyesuaikannya dengan personal masing-masing individu.

Itulah kenapa ketika kita cenderung sering menyukai sesuatu, mencari hashtag tertentu, dan mengikuti sesuatu, kita akan terus dibombardir dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan sesuatu itu. Hal ini bagus sih sebenarnya karena menguntungkan baik untuk pengguna pribadi maupun pengguna bisnis (macam saya yang masih cari uang di internet)

Untuk memahami cara menggunakan hashtag yang optimal dan efisien, kita juga harus memahami kenapa orang mencari hashtag. Yang jelas, ketika kita mencari post dengan hashtag tertentu, kita berarti mau cari post dengan tema spesifik sesuai hashtag itu baik itu #bukukulit atau #hibrkraft (ciye dagang). Kita mau cari info. Dan seringkali kita cuma mau terinspirasi atau sekedar memenuhi rasa penasaran kita akan topik hashtag tersebut.

Tips Menggunakan Hashtag

Saya merangkum beberapa tips menggunakan hashtag untuk Instagram. Ya sebenarnya saya juga baru akan menerapkannya sekitar tanggal 14 September sih, tapi gapapa kita sama sama belajar ya. Semoga bermanfaat.

Jumlah Optimal Hashtag Instagram. 

Instagram membatasi penggunaan hashtag maksimal sampai 30 buah. Meski begitu, jangan pakai semua kuota itu apalagi kalau ga relevan dan mengandung hashtag terlarang. Instagram bakal menganggap bahwa kita trying too hard dan bakal cenderung menenggelamkan post kita atau bahkan dihide. Terlalu sedikit juga sebenarnya ga bagus dari sisi submitter karena bakal mengurangi exposure.

Jumlah optimalnya 5-15 hashtag. Pelajari hashtag apa yang pas dan relevan untuk digunakan.

Penggunaan Hashtag Yang Relevan.

Dimana kita pasang hashtag? Sebenarnya paling optimal sih kalau hashtagnya merupakan bagian dari caption. Contoh; “Saya pakai buku catatan ini sepanjang tahun, this is #myhibrkraft. Where is yours?”. Hindari penggunaan hashtag yang tidak relevan. Jangan taruh hashtag tentang kopi di postingan tentang lari pagi.

Ada apps yang namanya AutoHash yang bisa merekomendasikan hashtag apa yang relevan untuk post kita dengan metode Image Recognition. Zaman sudah canggih, sekelas Instagram mungkin AInya lebih maju lagi untuk membolak-balik metode itu. Ada juga yang namanya TinFairy, untuk mengecek apakah post sejenis pernah ada.

Bagaimana Memilih Hashtag?

Nah ini yang agak susah. Pertama kita coba list tentang berbagai jenis hashtag yang akan kita gunakan mulai dari hashtag utama sampai derivatifnya. Saya beri contoh ya.

trevi, produk kolaborasi tapi kelihatan eksklusif
Hibrkraft’s Trevi.

Ada beberapa hal yang menonjol dari foto tersebut. Pena, buku, desain. Lalu kita tulis dulu semua hashtag yang kira kira berkaitan dengan gambar tersebut.

Parent: #pena #buku #desain #rancangan #belajar
Derivative: #penamahal #penaunik #penaelegan, … #bukuunik #bukukulit #bukuelegan #bukuklasik, … #desaingrafis #desainproduk, … #rancanganproduk #rancanganblabla, … #belajarini #belajaritu #belajariniitu

Setelah kita buat list itu, kita search di kolom search Instagram dan kita cek berapa jumlah post yang menggunakan hashtag tersebut. Apa pentingnya? Karena kita akan jadi tau seberapa ketat persaingan kita menggunakan hashtag tersebut.

Tidak ada rasio spesifik soal penggunaan hashtag, tapi idealnya kita gunakan hashtag yang memiliki tingkat persaingan dengan perhitungan sbb:

follower x 9 = post count

Setelah akun kita tumbuh hingga memiliki lebih banyak follower lagi, barulah kita bisa menaikkan tingkat kompetisi kita dengan menggunakan hashtag yang lebih banyak pengikutnya. Jangan lupa, sesuaikan dengan niche akun kita ya.

Kita bisa menggunakan hashtag khas kita untuk melekatkan image dan brand kita di kepala audience kita kemudian. Contoh yang bagus diterapkan oleh kenandy dengan hashtag #bukukulitkenandy.

Sebenarnya tidak masalah menggunakan hashtag apa saja, jika akun kita memang memiliki engagement yang bagus. Jadi secara umum bisa kita urutkan hashtag yang perlu kita gunakan untuk memaksimalkan exposurenya adalah sbb: Parent, derivative, hashtag khas.

Kesimpulan

Menggunakan hashtag emang agak gampang-gampang susah. Aturan diatas bukan berarti aturan mutlak karena algoritma machine learning yang diterapkan berbagai raksasa dunia informasi memang terus berkembang dan mempelajari behavior penggunanya. Jangan takut untuk melenceng dari tips diatas karena bagaimanapun, ini cuma tips 🙂

Oh iya, sekedar tambahan. Instagram memiliki deretan hashtag terlarang loh. Ini beberapa daftarnya untuk hashtag global (yang digunakan di seluruh dunia secara umum).

A
#adultlife
#alone
#asia
#attractive
#assday

B
#beautyblogger
#brain
#babe
#bikinibody
#boho
#books
#beyonce

C
#costumes
#curvy
#curvygirls

D
#desk
#direct
#dm
#date
#dating
#dadylove
#dogsofinstagram

E
#eggplant
#elevator
#easter

F
#fitnessgirls
#fishnets

G
#goddess
#girlsonly
#gloves
#graffitiigers

H
#happythanksgiving
#hardworkpaysoff
#humpday

I
#ig
#instamood
#iphonegraphy
#italiano

J
Info belum available

K
#killingit
#kansas
#kissing

L
#lingerie
#like
#lean

M
#master
#models
#mustfollow

N
#nasty
#newyears
#newyearsday

O
#overnight

P
#petite
#pornfood
#popular
#pushups

Q
Info belum available

R
Info belum available

S
#skype
#snap
#snapchat
#single
#singlelife
#stranger
#saltwater
#shower
#shit
#sallyhansen
#sopretty
#sunbathing
#streetphoto
#swole
#snowstorm

T
#tanlines
#tgif
#todayimwearing
#teens
#teen
#thought
#tag4like
#thighs

U
#undies

V
#valentinesday

W
#woman
#womancrushwednesday
#women
#workflow
#wtf

X
Info belum available

Y
Info belum available

Z
Info belum available

Semua hashtag diatas diambil dari list yang dibuat oleh ThePreviewApp. Lihat artikel aslinya disini.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan selamat mencoba! Terlalu singkat padat dan gajelas ya? Kalau ada yang mau diperjelas silakan tulis di kolom komentar 😉

Kolaborasi VS Eksklusif, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Halo! Selamat mampir di blog apa adanya ini. Saya memang jarang nulis tapi kalau lagi mood ya bisa ngoceh juga kok. Di post kali ini saya akan membahas tentang tren kolaborasi yang tengah marak di era informasi seperti sekarang ini. Apa itu kolaborasi? Kenapa judulnya “kolaborasi vs eksklusif”? Apa pengaruhnya untuk perkembangan ekonomi? Saya akan coba paparkan beberapa hal soal itu.

kolaborasi vs eksklusif
Era informasi, era kolaborasi

Singkat kata, di era sekarang ini jika kita belum memonopoli pasar, maka yang lebih menguntungkan adalah: kolaborasi. Tentu kita harus sesuaikan dengan konsep awal dan visi misi usaha kita sih, apakah lebh baik hadir sebagai produk yang kolaboratif atau produk yang eksklusif. Tapi berbagai hasil riset membu

  1. Apa itu kolaborasi?
    Berdasarkan penjelasan dari web sinergantara.or.id, Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Jadi berbagai elemen usaha dan bisnis dapat berinteraksi dan berkontribusi untuk perkembangan usaha dan produknya baik secara langsung dan tidak langsung.

    Berhubung di post ini saya juga bahas soal “eksklusif“, mari kita caritau apa yang dimaksud dengan eksklusif. Berdasarkan penjelasan dari KBBI, secara singkat eksklusif berarti “terpisah dari yang lain”. Dalam konteks post saya ini, yang dimaksud dengan eksklusif adalah menspesialkan suatu produk dan menutup kesempatan dari pihak eksternal diluar perusahaan untuk berkontribusi demi perkembangan produk tersebut.

  2. Kolaborasi VS Eksklusif.
    Belakangan saya lagi sering main game Cities: Skylines, dan mampir ke yutub, ketemu channel yang bahas soal Cities: Skylines vs Sim City 2013. Agak menarik, karena Sim City yang notabene adalah game pertama di genre membangun kota ini ternyata kalah saing dengan Cities: Skylines. Penyebab utamanya adalah: Sim City menjadi terlalu eksklusif.

    Saya bukan reviewer game yang handal, tapi kesempatan berkontribusi di Cities: Skylines menjadikan game ini sangat disukai. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk berkontribusi dan berperan bagi perkembangan game ini, yang menjadikannya lebih seru dan lebih menarik lagi.

    Banyak kekacauan dalam game yang ditambal dan diperbaiki oleh penggunanya, sedangkan Sim City malah mengunggulkan poin poin yang kurang penting dalam penjualannya, serta cenderung mempersulit kontribusi dari pihak lain (player sebagai end user).  Hasilnya adalah, Sim City menjadi kurang diminati oleh penggunanya.

    Banyak perusahaan yang akhirnya mengedepankan kolaborasi dalam proses perkembangan usahanya, terutama di bidang digital. Kalian pasti pernah mampir ke suatu website atau ketika kalian menggunakan aplikasi baru di smartphonemu lalu diminta untuk mendaftar menggunakan akun google atau facebook. Ya, itu adalah bentuk kolaborasi.

    Disini dapat dilihat beberapa keuntungan meluncurkan produk yang memperkenankan penggunanya untuk berkontribusi dengan menghadirkan modifikasi dan tambahan untuk produknya.
    > Menjadikan produk lebih personal
    > Memperluas pasar secara tidak langsung
    > Punya banyak product advisor gratis
    > Intangible asset

    Walaupun minusnya adalah…. Perlunya pengawasan agar produk tetap digunakan sebagaimana mestinya.

  3. Yang dapat diambil pelajaran. 
    Kita hidup di era informasi, semua orang memiliki preferensi yang berbeda sesuai kepribadiannya masing-masing. Hal ini sedang banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan untuk memperluas pasarnya, dengan cara membiarkan konsumennya untuk berekspresi dan berkontribusi bagi produknya.

    Sebagai pemilik produk buku catatan, saya sadar betul bahwa menjadi unik dan eksklusif tidak melulu menarik. Personalisasi menjadi hal yang penting sekarang ini, dan dapat kita temukan bahwa kebanyakan produk populer memperkenankan konsumennya untuk memodifikasi dan mengutak-atik buku catatannya tanpa merubah dan membuang esensi buku catatan tersebut.  Personalisasi hendaknya tidak menghilangkan branding utama produk tersebut.

    Produknya yang memang saat diluncurkan sudah terpersonalisasi, menjadi lebih personal lagi dengan banyak modifikasi yang bisa diterapkan pada produknya seperti stiker, kantong, tempat pulpen, dll. Hibrkraft sendiri sebenarnya meluncurkan produk Trevi! dan Plain-3 (discontinued) sudah cukup lama, dan disinilah kami ingin menerapkan konsep kolaborasi dan personalisasi maksimal. (Colek GNID)

trevi, dalam hal kolaborasi vs eksklusif

Sekaran ini eranya kolaborasi loh. Menggabungkan kekuatan market untuk terus mencipta dan melahirkan karya yang baru, memaksimalkan end user experience.

Dalam konteks usaha, memang kita tidak bisa memaksakan apakah produk kita harus jadi produk kolaborasi sepenuhnya atau hanya jadi produk eksklusif. Kolaborasi vs eksklusif, baiknya disesuaikan dengan tuntutan klien. Agar di satu sisi tidak menimbulkan pelbagai kerugian yang tidak diduga duga.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan. Kita harus terus belajar dan mengembangkan diri, menyesuaikan dengan perubahan zaman dan tren yang bisa dibilang hanya bertahan hitungan hari.

Feel free to contribute your opinion! Cheers!

Cara Memotong Tempe Agar Renyah

Pernah mampir ke warung kopi atau tukang gorengan dan bertanya-tanya kenapa tempe gorengnya renyah sekali? Saya coba mewawancarai seorang pedagang lokal di daerah Bojonggede dan bertanya soal cara memotong tempe agar renyah.

tempe goreng renyah
Tempe goreng renyah

Yaa, recent activity saya memang lagi banyak rekam sana rekam sini foto sana foto sini. Disamping berhibrkraft, saya lagi ingin merintis kegiatan content creating hehe.

Kembali soal tempe. Memang selera setiap orang berbeda-beda. Bahkan soal tempe goreng ini, saya sendiri kadang ingin makan berbagai jenis tempe. Kadang ingin tempenya agak tebal dan memiliki berbagai cita rasa, kadang ingin digoreng biasa saja, kadang ingin seperti tempe mendoan yang lembut, dan kadang ingin memakan tempe yang garing dan renyah.

Ternyata memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi kerenyahan suatu tempe loh. Berdasarkan hasil bertanya saya pada seorang pedagang gorengan di Bojonggede, faktor ini saya rangkum sebagai berikut:

  1. Ketebalan Tempe.
    Ketebalan tempe adalah faktor utama saat kita menginginkan tempe goreng yang renyah. Terlalu tipis akan menghilangkan rasa tempe, sedangkan terlalu tebal akan menyebabkan tempe cepat kehilangan kerenyahannya.

    cara memotong tempe goreng

  2. Kekentalan Adonan Tepung.
    Terlalu tebal akan menyebabkan tempe kehilangan citarasa tempenya, dan menyebabkan rasa tepung lebih dominan. Terlalu encer juga menyebabkan sosok “tempe goreng tepung”nya hilang, jadi sebisa mungkin buat adonan yang pas. Yang paling penting adalah, buat adonan sesuai selera.
  3. Bumbu dan Campuran Lain.
    Ada beberapa pedagang yang mencampur adonannya dengan sagu, ada juga yang melakukan cara berbahaya seperti mencemplungkan plastik kedalam minyak goreng agar gorengannya memiliki kerenyahan dan keawetan maksimal. Please, jangan ditiru yang menyemplungkan plastik. Berbahaya.
  4. Suhu Minyak Goreng.
    Suhu juga berperan penting pada kerenyahan gorengan yang akan kita buat. Lebih panas memang akan menyebabkan gorengan cepat matang, tapi seringkali kita temui tempe goreng yang tidak matang sampai kedalam, renyah di luar tetapi masih mentah isinya. Hal ini disebabkan oleh suhu minyak yang terlalu panas.

    persiapan memasak tempe

  5. Treatment Pasca Digoreng.
    Setelah digoreng, tiriskan minyak sampai benar-benar kering. Jika minyak masih menempel pada gorengan yang kita buat, akan menyebabkan penganan kita jadi benyek.

Sementara 5 poin saja dulu kali ya. Mungkin ada beberapa metode lain yang saya kurang paham dan belum diberitahu. Setiap pedagang memiliki resepnya masing-masing sehingga kita tidak akan menemukan tempe goreng yang sama bahkan mungkin di warung yang sama saat ganti shift.

Oiya, saya buat video tutorial cara memotong tempe agar renyah, silakan diklik disini atau lihat video dibawah ini:

Demikian postingan singkat ini. Kalau ada pertanyaan lebih lanjut monggo dikomen 🙂

Cara Cari Uang di Internet: Ngasitau Cara Cari Uang di Internet

Halo! Kali ini gua mau beropini aja sih. Mungkin buat sebagian orang post ini ga terlalu nolong, but whatever. Belakangan gua ngeliat orang yang cari uang di internet dengan menjual cara-cara cari uang di internet. Nah. Gua mau cerita sedikit sama berpendapat tentang apa yang namanya “Cari Uang di Internet“.

Perjalanan gua cari uang di Internet rupanya udah cukup lama, sejak 2005. Waktu itu gua coba buat web di tripod.com (masih ada ternyata sampai sekarang). Nah kalau kita buat web gratisan, kita bakal dijejali sama iklan-iklan yang bakal mendominasi 30% dari blog kita. Dapet persenan? Belum tentu. alamat web gua saat itu anwar.tripod.com (udah didelete pastinya karena inactivity) meski nama webnya hibrcorp.

Gua bisa nyasar di tripod.com semata mata karena keywoard “free hosting and domain” waktu lagi googling di Starnet, warnet satu-satunya di Bojonggede saat itu. Karena internet masih belum secepat sekarang, buat ngebuka tripodnya aja setengah jam sendiri. Gua buat webnya fully html based, desain saat itu masih susah banget dan html masih gabisa diandalkan. Setelah berminggu-minggu ngutak ngatik kode pake metode try and error, akhirnya web itu selesai tahun 2006. Sigh.

Screenshot hibrcorp, my first website
Hibrcorp, my very first website. Skrinsut dari file asli yang masih tersimpan sampai sekarang. Kinda proud, eh

Photoshop? Cuma tau drag drop kasi teks terus kasi layer effect. HTML? Cuma berbekal coba-coba. ASP PHP dll? Mana ngerti. JS? Gapaham. Tapi web ini cukup jadi senjata buat gua untuk mulai berdagang jasa. Singkat kata, tiap ketemu orang yang minta dibuatin web, gua kasi liat web sampah itu ke orang orang.

Klien pertama gua tidak lain adalah… Bokap gua sendiri. Gua buat semacam web company profile untuk perusahaan bokap gua. Invoicenya dihitung perpage. Agak sedikit lebih bagus daripada Hibrcorpnya sendiri because…well…. dibayar. Thanks dad.

screenshot comprof pt. ras
Layer? Mana ada dulu. CMS? Apa itu? Ngukur pixel per pixel is such a pain in the a**.

Tahun 2007, blogspot mulai populer. Gua pakai blogspot dan nyoba cari cara lain buat cari duit. Ternyata ada yang namanya adsense. Dulu buat daftar adsense ga sesusah sekarang. Kita cukup sign up lalu kita udah bisa mulai ngeduitin blog kita. Dan…. Gua nemu cara jahat buat itu. Yaitu dengan ngeklik sendiri iklan kita di warnet (haha).

Lumayan, gua dapet nominal yang agak gede. Tapi, ga sampai sebulan akun gua ternyata diblacklist, dan sampai sekarang rupanya akun gua diblacklist. Makanya blog gua yang di blogspot gapernah bisa diduitin. Oke fine hahaha.

Semua hal itu mengantarkan gua buat direkomendasikan untuk ikut olimpiade komputer, dan gua adalah satu dari beberapa orang yang terpilih untuk mewakili kota Bogor di olimpiade komputer. Sejak itu gua dikenal sebagai orang yang “jago komputer”, padahal mah….. Hahahaha.

Kalau ga salah di awal 2008, gua dapet klien dari anak anak sekolah sebuah SMA favorit di Bogor. Iya, mereka seumuran gua. 3 orang. Dan gua dibayar agak lumayan buat beli pulsa 2000 sms saat itu. Berulang di tahun depannya, tahun 2009 gua dapet klien dari sekolah yang sama, dan kali ini gua dibayar agak sangat lumayan buat gua saat itu. Cukup buat bayar spp 2 bulan dan nonton di bioskop 20 kali. Lumayan kan? Begonya ga gua pake nabung sih.

Per 2010, gua udah buat belasan web, bertarif pelajar. Ya sekedar buat beli pulsa aja lah. Lalu ada yang mau buat web serius gitulah. Pengusaha tas. Gua yang waktu itu belum ngerti soal alur project bodohnya nganggurin kesempatan itu aja, yang kalo dipikir gua bisa dapet nominal jutaan (saat itu web profesional tarifnya masih jutaan) dengan kerja dan belajar 2 bulanan. Hal yang sama terjadi juga sama pengusaha papan iklan di jogja yang bela-belain dateng ke bogor. Bego banget lu war.

Semua perjalanan itu terhenti karena studi, kerja, dsb. Blah blah blah, saat ini cara gua cari uang di internet ya dengan jualan Hibrkraft dan jualan jasa di beberapa web perdagangan jasa. Gua sempet juga jadi penganalis iklan fesbuk dan penerjemah. Ya bisa dibilang freelancing gitulah. Duitnya lumayan kok, dan jam kerjanya juga ga kaya jam kerja kantoran.  Kalo mau dibahas mending kita bahas di post lain aja ya.

Jadi, gua mau bilang, cari uang di Internet itu butuh dedikasi dan waktu. Lu gabisa mendedikasikan waktu lu seminggu dua minggu lalu kemudian tiba tiba lu dapet duit banyak. Gabisa, semua ada proses. Dan sampai sekarang juga gua masih menjalani proses itu.

Ada banyak orang yang nyari duit di internet dengan cara ngasitau cara cari uang di internet. Agak lucu sih, karena gua yakin dia sendiri belum tentu prolific di bidang-bidang yang dia kasitau itu. Dia cuma jualan e-book dan ngarep banyak visitor ke blog/webnya. Dan berhasil. Karena banyak dari kita memang rada putus asa soal cari uang dan melihat internet adalah peluang untuk cari uang.

Itu sama aja jadi jualan motivasi usaha, padahal tidak punya usaha sendiri yang mumpuni. Jalan dari kampus ke kampus ngasih motivasi usaha, dan ironisnya malah mencetak pengangguran-pengangguran baru.

Cari uang di internet? Semua bisa. Internet tempat yang luas, tapi juga terlalu luas. Semua orang udah jualan di internet. Semua udah ada di Internet. Lalu bagaimana caranya biar bisa jadi pionir disitu?

Ga gampang. Butuh waktu. Butuh dedikasi. Namanya cari uang, ga segampang apa yang dibicarakan di cara-cara mencari uang di internet. Dia juga susah pasti. Mungkin benar, cara paling mudah cari uang di internet adalah dengan bikin artikel dan ebook ngasitau orang cara cari uang di internet :P.

Semoga bermanfaat 🙂

Shitposting: Sebuah Kultur

Shitposting for a living

Belakangan, shitposting *baru* mulai populer di Indonesia. Dan some people maybe cukup bangga dengan memahami gaya becandaan dan atau tenggelam di dunia shitposting. Muncul fanpage-fanpage shitposting di FB dan masing masing memiliki tema shitpostingnya sendiri-sendiri baik itu buatan sendiri maupun hasil reupload dan reshare dari FP shitposting lain.

Apa sebenarnya shitposting itu? Bagaimana sejarah shitposting? Apa hubungannya shitposting dan kemenangan Donald Trump? Well, saya coba mengumpulkan beberapa referensi dan menceritakan apa yang pernah saya pantau di net. Continue reading “Shitposting: Sebuah Kultur”

The Girl that Started Internet Civil War

Boxxy, a.k.a. Catie Wayne

Hampir satu dekade sejak kejadian ini terjadi.

Pada masa itu, internet belum seterjangkau sekarang. Konten bermutu masih sedikit, dan most content rerata shitpost atau blog-blog sampah macam anwarsays.blogspot.com gitudeh. Yep, most people di internet ceritanya jadi blogger, vlogger, filosofer, dll. But they show us how people really are. Dimasa itu orang-orang cenderung naif, kalau bukan jujur. Yaaaa, kalau di Indonesia sih masa-masanya mxit, mig33, deviantart, dsb.

Iya. Tahun 2009. Internet baru aja akan meledak di Indonesia saat itu. Akses masih susah dan rerata orang masih mengandalkan warnet untuk koneksi internet. Beruntung masa itu gua udah punya koneksi internet yang unlimited, via RT RW net.  Zaman itu bisa dihitung jari deh yang punya koneksi internet dirumahnya.

Pilihan soal apa yang bisa dinikmati di internet mulai banyak, tapi ga semessed up sekarang kalau soal pilihan. Cuma soal bahasa pemrograman yang belum berkembang terlalu jauh, jadi internet masih sedikit lebih sederhana daripada apa yang kita nikmati saat ini meski sudah mulai modern.

Oke, long story short. Tahun 2009 sempat ada perang sipil warganet gara gara satu cewek.  Online presencenya namanya boxxy. This random poor little girl, destroy the internet without even trying. 

boxxy smiling
Boxxy’s signature move circa 2009. “I’m boxxy you see”

Semua ini bermula dari Youtube.

Youtube saat itu masih sepi konten bermutu, ngga kaya sekarang. Banyak youtuber menggunakan youtube jadi semacam alat untuk ngomong panjang lebar di depan kamera, bicara tentang filosofi hidup dan sebagainya lah. Fitur-fitur semacam video reply, rating, dan sejenisnya masih ada saat itu. Jadi youtube lebih mirip seperti sosial media, daripada video share seperti sekarang ini.

Boxxy, mengupload dua video yang diperuntukkan untuk teman onlinenya saat itu ke Youtube. Video uploadannya boxxy, dipost ke image board populer saat itu. i-am-bored.  Lalu pindah ke message board anonim, 4chan /b/. Dari sinilah perang sipil di internet ini bermula.

How being anonymous really looks like
Mendeskripsikan /b/ dalam satu gambar

Saat ini, anonim menjadi kata yang terlalu murah. Banyak kita lihat di sosial media orang yang mengaku-ngaku anonymous, tapi pakai akun pribadinya. Padahal, anonymous bukan “keren” i think.

Perang sipil macam apa yang terjadi? Kenapa bisa terjadi perang sipil ini? Apa yang terjadi selama perang sipil ini? Apa dampaknya untuk Indonesia?

Continue reading “The Girl that Started Internet Civil War”