The Fall of Icarus

Landscape with The Fall of Icarus
Landscape with the Fall of Icarus – Bruegel

Lukisan di atas memiliki judul “Landscape with the Fall of Icarus“, karya Pieter Brueghel the Elder. Lukisan ini bisa kita temui di Royal Museums of Fine Arts di Belgia.

Ada yang tahu dimana Icarus di lukisan ini? Ya, Icarus pada lukisan ini bisa kita temukan di pojok kanan lukisan, dan cuma kakinya saja yang keliatan. Lukisan ini memiliki makna yang cukup dalam, berdasarkan pandangan dan persepsi saya pribadi.

Saya mengkategorikan post ini di kategori Mildly Interesting dan Opini karena post ini merupakan opini saya pribadi tentang hal yang agak menarik buat saya. Selamat membaca dan share jika bermanfaat 🙂

Siapa itu Icarus?

Dalam mitologi Yunani, Icarus adalah anak dari Daedalus, pencipta Labirin tempat Minotaur menetap. Labirin ini dibangun dekat Knossos untuk mengurung Minotaur, monster dengan rupa separuh manusia dan separuh kerbau hasil perselingkuhan istri Raja Minos dengan seekor kerbau.

Thesseus - Minotaur
Thesseus mengalahkan Minotaur

Daedalus ikut dipenjarakan dalam labirin ini setelah dia memberikan Ariadne alat untuk menolong Theseus (musuh Minos) untuk mengalahkan Minotaur. Bersama Icarus, Daedalus berencana untuk kabur dari pulau Crete dengan membuat sayap.

Icarus terjatuh

Saat hendak pergi dari Crete, Icarus dibuatkan sayap oleh Daedalus dengan bulu burung yang dilekatkan dengan lem. Daedalus memperingatkan Icarus untuk tidak terbang terlalu tinggi dan terlalu dekat dengan matahari. Well, Icarus tidak mendengarkan saran ayahnya, dia terbang terlalu dekat dengan matahari, dan melelehkan lem yang melekatkan bulu-bulu sayapnya.

Dalam keputus asaan, Icarus mengepakkan kedua tangannya yang tidak lagi terlihat seperti sayap sampai akhirnya terjatuh di tengah laut dan ditelan ombak. Mitologi ini menjadi legenda, dan nama Icarus diabadikan menjadi nama pulau dan lautan di dekat perbatasan Yunani dengan Turki.

Makna halus

Di lukisan ini, Icarus tidak menjadi fokus utama. Kita bisa melihat bahwa lukisan didominasi oleh gambar laut, dan objek yang dominan adalah pembajak sawah. Di dekat Icarus ada orang yang sedang memancing, dan kapal yang berlalu lalang. Dapat kita lihat pula seseorang tengah menggembalakan dombanya sambil memunggungi Icarus.

Dari semua hal diatas, kita sadar bahwa hampir tidak ada yang peduli bahwa Icarus sedang tenggelam. Orang-orang pada lukisan itu tetap sibuk dengan kesibukannya masing masing dan seolah tidak tahu bahwa Icarus, anak Daedalus, baru saja jatuh dan tenggelam. Mereka juga belum tentu tahu bahwa orang yang tenggelam itu adalah Icarus.

Begitupun di dunia nyata. Apapun yang terjadi pada kita, tidak akan ada yang benar-benar peduli. Beberapa orang mungkin akan berhenti untuk menolong ketika kita mengalami kecelakaan, tapi kebanyakan orang akan melanjutkan hidup dan kesibukannya masing-masing. Mereka cuma akan menjadikanmu cerita ketika mereka sempat untuk menceritakannya.

Saya ingat beberapa tahun lalu saya menyaksikan pembunuhan di Ciawi, dekat rumah salah satu teman dekat saya. Ada pedagang ubi bakar yang dirampok, dan ditusuk oleh perampoknya. Banyak warga berkerumun, namun tidak memberi pertolongan berarti. Mereka khawatir harus bertanggung jawab atas biaya pengobatan orang tersebut, sampai akhirnya nyawa alm tidak tertolong lagi.

Saya? Saya masih sekolah dan tidak memiliki pendapatan lain kecuali uang jajan dari orangtua saya. Saya tidak tahu harus menolong apa, dan saya adalah bagian dari kerumunan orang yang hanya bisa menonton peristiwa itu. Ya, saya cuma bisa menonton.

Konklusi

Jadi, dunia tidak akan peduli kamu siapa kecuali ada yang bisa diambil darimu. Semua tokoh-tokoh yang kita lihat di layar kaca dan di media cetak, kita cuma peduli saat ada yang bisa kita harapkan atau bisa kita ambil pelajaran darinya.

Good thing is, kita tidak perlu terlalu peduli apa yang orang katakan tentang kita. Kita tidak perlu takut reputasi kita jatuh atau kita dinilai begini-begitu karena langkah yang kita ambil. Pada akhirnya, mereka yang benar-benar peduli denganmu tidak akan terlalu mempermasalahkan itu. Mereka yang mencibir dan mempermasalahkan langkah yang kamu ambil, tidak akan benar-benar terlalu peduli denganmu.

Mereka yang peduli denganmu akan mengarahkanmu jika kamu akan mengambil keputusan dan langkah yang salah, dan ketika ternyata kamu memang mengambil langkah dan keputusan yang salah, mereka akan tetap memaklumi dan menerimamu sepenuh hati.

Semua orang yang mengomentari dirimu, langkahmu, akan segera melupakanmu. Kamu bisa tetap menjadi orang baik, dan semua orang di dunia tidak memiliki kewajiban untuk membalas perbuatan baikmu. Semua perbuatan dan tingkah memalukanmu, akan segera terlupakan.

Banyak hal yang menjadi viral dan segera tenggelam seiring waktu. Keviralan dan kepopuleran ini hanya bersifat temporer. Karena ada yang bisa ditertawakan, dikomentari, dikagumi, atau dipelajari. Singkat kemudian, akan kembali terlupakan.

============

Semua gambar diatas berasal dari Wikipedia dan dapat didownload dengan bebas dengan asumsi lisensi common use.

Kenyataan Pahit Universal.

Kenyataan pahit universal adalah beberapa fakta yang harus kita semua sadari dan kita terima. Beberapa poin dari tulisan ini mungkin sudah kamu sadari betul sejak kecil, dan beberapa mungkin belum kamu alami. Saya menulis tulisan ini karena saya tidak mau terjebak dalam ilusi indah yang saya baca di buku-buku motivasi.

Kenyataan pahit universal
Sudah cukup kita dibuai dalam ilusi motivasi sehingga menimbulkan keyakinan palsu dalam diri kita.

Saya menyadari beberapa poin dalam tulisan ini ketika saya kehilangan kucing saya. Ya, kejadian itu membawa dampak cukup besar bagi cara pikir saya. Hari itu juga saya sadar bahwa dunia tidak seindah mimpi-mimpi saya. Baiklah, selamat membaca.

Note: Saya menggunakan reverse psychology di tulisan ini.

Hidup tidak akan pernah adil.

Kamu bisa bersikap baik dan melakukan hal yang benar sepanjang waktu tapi tidak menerima apapun sebagai balasannya. Hal yang buruk bisa terjadi padamu, kapanpun. Berharap bahwa semua orang akan bersikap baik padamu karena kamu orang baik sama seperti berharap untuk tidak diseruduk banteng marah karena kamu vegetarian.

Jangan terlalu percaya diri bahwa hal baik akan menimpamu karena kamu selalu berbuat baik. Beberapa orang mungkin akan membalas kebaikanmu, jika ingat. Jangan pernah merasa sudah berbuat baik kalua kamu berbuat baik. Kalau ada orang yang mengaku kalau dia baik, kamu perlu pertanyakan kelakuannya. Orang baik tidak perlu mengaku-ngaku kalau dirinya baik.

Your quality will be known before ever you should tell them. 

Dunia tidak akan pernah adil.

Banyak orang yang bekerja lebih keras dan lebih lama dari semua orang, dan hanya menerima bayaran sepotong roti. Mereka orang-orang baik, dan mungkin tidak perlu menjalani hidup macam itu, dan kamu tetap tidak bisa berbuat apapun yang berarti untuk merubahnya.

Kalau kamu benci dengan pekerjaanmu, ingat, selalu ada orang yang lebih ahli darimu dan rela dibayar lebih murah. Orang itu cuma ga ketemu kesempatan yang sama denganmu. Banyak orang yang lebih berhak berada di posisimu. Kamu cuma beruntung bisa menikmati hidupmu yang sekarang. Ya. Beruntung. Saat kamu baca ini, saya berasumsi bahwa setidaknya kamu memiliki smartphone dan paket data atau akses wifi (kecuali kalau ada orang yang gaada kerjaan dan ngeprint tulisan ini dan disebar serampangan). Banyak orang yang bahkan untuk makan besok pun dia bingung, walaupun dia bekerja lebih lama dan lebih keras darimu. Pun demikian,

Jangan lupa bersyukur.

Kadang, berusaha yang terbaik tetap tidak cukup.

Kamu bisa berusaha dengan maksimal untuk mengejar sesuatu, dan bisa jadi yang mendapatkan hal tersebut adalah orang yang kebetulan lewat atau orang yang tidak tahu apa apa. Usaha dan kerja kerasmu mungkin selamanya tidak akan pernah cukup.

Koruptor dan orang-orang jahat, seringkali mereka yang akan tetap lebih kaya darimu. Bahkan jika seluruh umurmu dihabiskan untuk bekerja, tetap tidak akan melebihi 1% dari kekayaan mereka. Tidak perlu merasa kalau pekerjaanmu paling berat, tidak perlu merasa paling bisa segalanya. Tidak perlu.

Shitposting for a living

Jika saat pertama kali coba kamu tidak berhasil, mungkin yang kedua dan ketiga juga tidak berhasil. Mungkin yang kesepuluh dan keseribu kali juga kamu tetap akan gagal walaupun kamu sudah merasa berusaha yang terbaik. Mungkin kamu harus ubah pendekatanmu terhadap sesuatu hal tersebut, atau, dramatically, ubah tujuanmu. Pun demikian,

Jangan berhenti berusaha.

Kita tidak spesial.

Saya. Anda. Kalian. Tidak perlu merasa jumawa. Kita semua tidak spesial. Kita tidak lahir dengan membawa misi perdamaian dunia. Kita semua akan mati.

Tidak perlu merasa bahwa kamu adalah kunci segalanya. Tanpamu semua akan baik saja. Tanpamu bumi tetap berputar dan matahari tetap terbit. Ketika kamu hilang dari organisasi atau tempatmu bekerja, sepenting apapun dirimu, kamu akan selalu tergantikan. Kita bukan segalanya. Kita tidak pernah benar-benar berarti apa apa.

Kita tidak pernah minta untuk dilahirkan. Kita cuma kebetulan ditakdirkan untuk lahir dan harus menjalani apa yang namanya kehidupan. Kita tidak spesial. Pun demikian,

Jangan berhenti berbuat baik.

Kita semua akan menjadi tua dan tidak berdaya,

Jika beruntung. Jika ada umur. Jika nyawa kita tidak dicabut besok.

Selalu ada orang yang lebih baik dari kita.

Selalu akan ada pula orang yang lebih terpuruk dari kita. Diatas langit masih ada langit, dibawah tanah masih ada tanah. Gausah merasa “paling” atau “ter”. Kita tidak spesial.

Matahari kita bukan bintang yang terbesar. Bumi bukan tempat paling ideal untuk manusia. Galaksi bimasakti bukan yang teristimewa.

Effort
“Satisfaction lies in the effort, not in the attainment, full effort is full victory.” – Mahatma Gandhi

Saya, anda, kalian. Kita tidak spesial. Kita bukan apa apa. Kita cuma sesosok individu diantara milyaran manusia lain. Kehadiran kita di bumi tidak sesignifikan dan seistimewa apa yang nenek dan kakekmu katakan dulu. Pun demikian,

Jangan berhenti belajar.

Kamu diingat jika kamu dibutuhkan.

Jika kita menolong seseorang yang dalam kesulitan, orang itu akan mengingat kita (jika dia dalam kesulitan lagi). Orang-orang macam ini yang menghubungi dan nanya kabar jika dan hanya jika sedang butuh bantuan.

Saat kamu sedang populer dan sedang sukses-suksesnya, kamu akan terkejut betapa banyak teman yang kamu miliki. Bahkan yang dulunya tidak pernah bertegur sapa pun akan tiba tiba akrab denganmu dan mengaku-aku kenal denganmu.

People talking
“The problem you will meet often depends on the way you talk” – someone on internet

Lalu, perhatikan jika situasimu sedang goyang dan tidak stabil. Siapa orang-orang yang akan tetap menemanimu dalam keterpurukanmu. Baiknya kamu catat 🙂 Kebanyakan pertemanan itu palsu, dan hanya berlandaskan pada asas manfaat dan guna. Beberapa pertemanan mungkin sudah seperti saudara, dan beberapa saudara mungkin hanya jadi saudara karena ikatan darah.

Kalau seseorang pernah berbuat buruk padamu satu kali, mungkin dia tidak akan pernah mengulanginya lagi. Jika dia mengulangi untuk yang kedua kali, dia pasti mengulangi untuk yang ketiga kalinya. Pun demikian,

Jangan lelah untuk memberi manfaat bagi lingkunganmu.

Kolaborasi VS Eksklusif, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Halo! Selamat mampir di blog apa adanya ini. Saya memang jarang nulis tapi kalau lagi mood ya bisa ngoceh juga kok. Di post kali ini saya akan membahas tentang tren kolaborasi yang tengah marak di era informasi seperti sekarang ini. Apa itu kolaborasi? Kenapa judulnya “kolaborasi vs eksklusif”? Apa pengaruhnya untuk perkembangan ekonomi? Saya akan coba paparkan beberapa hal soal itu.

kolaborasi vs eksklusif
Era informasi, era kolaborasi

Singkat kata, di era sekarang ini jika kita belum memonopoli pasar, maka yang lebih menguntungkan adalah: kolaborasi. Tentu kita harus sesuaikan dengan konsep awal dan visi misi usaha kita sih, apakah lebh baik hadir sebagai produk yang kolaboratif atau produk yang eksklusif. Tapi berbagai hasil riset membu

  1. Apa itu kolaborasi?
    Berdasarkan penjelasan dari web sinergantara.or.id, Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Jadi berbagai elemen usaha dan bisnis dapat berinteraksi dan berkontribusi untuk perkembangan usaha dan produknya baik secara langsung dan tidak langsung.

    Berhubung di post ini saya juga bahas soal “eksklusif“, mari kita caritau apa yang dimaksud dengan eksklusif. Berdasarkan penjelasan dari KBBI, secara singkat eksklusif berarti “terpisah dari yang lain”. Dalam konteks post saya ini, yang dimaksud dengan eksklusif adalah menspesialkan suatu produk dan menutup kesempatan dari pihak eksternal diluar perusahaan untuk berkontribusi demi perkembangan produk tersebut.

  2. Kolaborasi VS Eksklusif.
    Belakangan saya lagi sering main game Cities: Skylines, dan mampir ke yutub, ketemu channel yang bahas soal Cities: Skylines vs Sim City 2013. Agak menarik, karena Sim City yang notabene adalah game pertama di genre membangun kota ini ternyata kalah saing dengan Cities: Skylines. Penyebab utamanya adalah: Sim City menjadi terlalu eksklusif.

    Saya bukan reviewer game yang handal, tapi kesempatan berkontribusi di Cities: Skylines menjadikan game ini sangat disukai. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk berkontribusi dan berperan bagi perkembangan game ini, yang menjadikannya lebih seru dan lebih menarik lagi.

    Banyak kekacauan dalam game yang ditambal dan diperbaiki oleh penggunanya, sedangkan Sim City malah mengunggulkan poin poin yang kurang penting dalam penjualannya, serta cenderung mempersulit kontribusi dari pihak lain (player sebagai end user).  Hasilnya adalah, Sim City menjadi kurang diminati oleh penggunanya.

    Banyak perusahaan yang akhirnya mengedepankan kolaborasi dalam proses perkembangan usahanya, terutama di bidang digital. Kalian pasti pernah mampir ke suatu website atau ketika kalian menggunakan aplikasi baru di smartphonemu lalu diminta untuk mendaftar menggunakan akun google atau facebook. Ya, itu adalah bentuk kolaborasi.

    Disini dapat dilihat beberapa keuntungan meluncurkan produk yang memperkenankan penggunanya untuk berkontribusi dengan menghadirkan modifikasi dan tambahan untuk produknya.
    > Menjadikan produk lebih personal
    > Memperluas pasar secara tidak langsung
    > Punya banyak product advisor gratis
    > Intangible asset

    Walaupun minusnya adalah…. Perlunya pengawasan agar produk tetap digunakan sebagaimana mestinya.

  3. Yang dapat diambil pelajaran. 
    Kita hidup di era informasi, semua orang memiliki preferensi yang berbeda sesuai kepribadiannya masing-masing. Hal ini sedang banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan untuk memperluas pasarnya, dengan cara membiarkan konsumennya untuk berekspresi dan berkontribusi bagi produknya.

    Sebagai pemilik produk buku catatan, saya sadar betul bahwa menjadi unik dan eksklusif tidak melulu menarik. Personalisasi menjadi hal yang penting sekarang ini, dan dapat kita temukan bahwa kebanyakan produk populer memperkenankan konsumennya untuk memodifikasi dan mengutak-atik buku catatannya tanpa merubah dan membuang esensi buku catatan tersebut.  Personalisasi hendaknya tidak menghilangkan branding utama produk tersebut.

    Produknya yang memang saat diluncurkan sudah terpersonalisasi, menjadi lebih personal lagi dengan banyak modifikasi yang bisa diterapkan pada produknya seperti stiker, kantong, tempat pulpen, dll. Hibrkraft sendiri sebenarnya meluncurkan produk Trevi! dan Plain-3 (discontinued) sudah cukup lama, dan disinilah kami ingin menerapkan konsep kolaborasi dan personalisasi maksimal. (Colek GNID)

trevi, dalam hal kolaborasi vs eksklusif

Sekaran ini eranya kolaborasi loh. Menggabungkan kekuatan market untuk terus mencipta dan melahirkan karya yang baru, memaksimalkan end user experience.

Dalam konteks usaha, memang kita tidak bisa memaksakan apakah produk kita harus jadi produk kolaborasi sepenuhnya atau hanya jadi produk eksklusif. Kolaborasi vs eksklusif, baiknya disesuaikan dengan tuntutan klien. Agar di satu sisi tidak menimbulkan pelbagai kerugian yang tidak diduga duga.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan. Kita harus terus belajar dan mengembangkan diri, menyesuaikan dengan perubahan zaman dan tren yang bisa dibilang hanya bertahan hitungan hari.

Feel free to contribute your opinion! Cheers!

Hal Yang Bisa Kamu Kontrol Untuk Memperbaiki Hidup

Memperbaiki hidup starts from here.

Kamu pernah merasa ada yang salah dalam hidupmu? Mungkin bisa jadi memang ada yang salah dalam hidupmu. Apapun itu. Tiap orang pasti pernah punya foot bendernya sendiri yang menghalanginya untuk menikmati hidup, and worse, untuk maju. Mengurai hal-hal itu merupakan salah satu langkah awal untuk memperbaiki hidup.

Beberapa hal memang tidak bisa kamu kontrol seperti takdir, bencana, dan sebagainya. Tapi ingat, beberapa hal bisa kamu kendalikan. Di post ini saya mau cerita sedikit soal beberapa hal yang bisa kamu kontrol untuk memperbaiki hidup. Ya mudah mudahan sih benar bisa membuat hidupmu lebih baik.

Trust me. I’m on my way doing this juga kok. Recent events kinda devastating for me. Sebenernya devastating ini bagus sih. Karena kamu bisa memahami banyak hal when you are at your lowest. Langsung aja deh, gausah pake curhat.

Berdasarkan pengamatan saya, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa kamu kontrol. Jadi omong kosong lah soal kamu harus begini karena kalo ga nanti begitu soal hal hal ini.  Hal-hal ini antara lain: Continue reading “Hal Yang Bisa Kamu Kontrol Untuk Memperbaiki Hidup”

Cara Cari Uang di Internet: Ngasitau Cara Cari Uang di Internet

Halo! Kali ini gua mau beropini aja sih. Mungkin buat sebagian orang post ini ga terlalu nolong, but whatever. Belakangan gua ngeliat orang yang cari uang di internet dengan menjual cara-cara cari uang di internet. Nah. Gua mau cerita sedikit sama berpendapat tentang apa yang namanya “Cari Uang di Internet“.

Perjalanan gua cari uang di Internet rupanya udah cukup lama, sejak 2005. Waktu itu gua coba buat web di tripod.com (masih ada ternyata sampai sekarang). Nah kalau kita buat web gratisan, kita bakal dijejali sama iklan-iklan yang bakal mendominasi 30% dari blog kita. Dapet persenan? Belum tentu. alamat web gua saat itu anwar.tripod.com (udah didelete pastinya karena inactivity) meski nama webnya hibrcorp.

Gua bisa nyasar di tripod.com semata mata karena keywoard “free hosting and domain” waktu lagi googling di Starnet, warnet satu-satunya di Bojonggede saat itu. Karena internet masih belum secepat sekarang, buat ngebuka tripodnya aja setengah jam sendiri. Gua buat webnya fully html based, desain saat itu masih susah banget dan html masih gabisa diandalkan. Setelah berminggu-minggu ngutak ngatik kode pake metode try and error, akhirnya web itu selesai tahun 2006. Sigh.

Screenshot hibrcorp, my first website
Hibrcorp, my very first website. Skrinsut dari file asli yang masih tersimpan sampai sekarang. Kinda proud, eh

Photoshop? Cuma tau drag drop kasi teks terus kasi layer effect. HTML? Cuma berbekal coba-coba. ASP PHP dll? Mana ngerti. JS? Gapaham. Tapi web ini cukup jadi senjata buat gua untuk mulai berdagang jasa. Singkat kata, tiap ketemu orang yang minta dibuatin web, gua kasi liat web sampah itu ke orang orang.

Klien pertama gua tidak lain adalah… Bokap gua sendiri. Gua buat semacam web company profile untuk perusahaan bokap gua. Invoicenya dihitung perpage. Agak sedikit lebih bagus daripada Hibrcorpnya sendiri because…well…. dibayar. Thanks dad.

screenshot comprof pt. ras
Layer? Mana ada dulu. CMS? Apa itu? Ngukur pixel per pixel is such a pain in the a**.

Tahun 2007, blogspot mulai populer. Gua pakai blogspot dan nyoba cari cara lain buat cari duit. Ternyata ada yang namanya adsense. Dulu buat daftar adsense ga sesusah sekarang. Kita cukup sign up lalu kita udah bisa mulai ngeduitin blog kita. Dan…. Gua nemu cara jahat buat itu. Yaitu dengan ngeklik sendiri iklan kita di warnet (haha).

Lumayan, gua dapet nominal yang agak gede. Tapi, ga sampai sebulan akun gua ternyata diblacklist, dan sampai sekarang rupanya akun gua diblacklist. Makanya blog gua yang di blogspot gapernah bisa diduitin. Oke fine hahaha.

Semua hal itu mengantarkan gua buat direkomendasikan untuk ikut olimpiade komputer, dan gua adalah satu dari beberapa orang yang terpilih untuk mewakili kota Bogor di olimpiade komputer. Sejak itu gua dikenal sebagai orang yang “jago komputer”, padahal mah….. Hahahaha.

Kalau ga salah di awal 2008, gua dapet klien dari anak anak sekolah sebuah SMA favorit di Bogor. Iya, mereka seumuran gua. 3 orang. Dan gua dibayar agak lumayan buat beli pulsa 2000 sms saat itu. Berulang di tahun depannya, tahun 2009 gua dapet klien dari sekolah yang sama, dan kali ini gua dibayar agak sangat lumayan buat gua saat itu. Cukup buat bayar spp 2 bulan dan nonton di bioskop 20 kali. Lumayan kan? Begonya ga gua pake nabung sih.

Per 2010, gua udah buat belasan web, bertarif pelajar. Ya sekedar buat beli pulsa aja lah. Lalu ada yang mau buat web serius gitulah. Pengusaha tas. Gua yang waktu itu belum ngerti soal alur project bodohnya nganggurin kesempatan itu aja, yang kalo dipikir gua bisa dapet nominal jutaan (saat itu web profesional tarifnya masih jutaan) dengan kerja dan belajar 2 bulanan. Hal yang sama terjadi juga sama pengusaha papan iklan di jogja yang bela-belain dateng ke bogor. Bego banget lu war.

Semua perjalanan itu terhenti karena studi, kerja, dsb. Blah blah blah, saat ini cara gua cari uang di internet ya dengan jualan Hibrkraft dan jualan jasa di beberapa web perdagangan jasa. Gua sempet juga jadi penganalis iklan fesbuk dan penerjemah. Ya bisa dibilang freelancing gitulah. Duitnya lumayan kok, dan jam kerjanya juga ga kaya jam kerja kantoran.  Kalo mau dibahas mending kita bahas di post lain aja ya.

Jadi, gua mau bilang, cari uang di Internet itu butuh dedikasi dan waktu. Lu gabisa mendedikasikan waktu lu seminggu dua minggu lalu kemudian tiba tiba lu dapet duit banyak. Gabisa, semua ada proses. Dan sampai sekarang juga gua masih menjalani proses itu.

Ada banyak orang yang nyari duit di internet dengan cara ngasitau cara cari uang di internet. Agak lucu sih, karena gua yakin dia sendiri belum tentu prolific di bidang-bidang yang dia kasitau itu. Dia cuma jualan e-book dan ngarep banyak visitor ke blog/webnya. Dan berhasil. Karena banyak dari kita memang rada putus asa soal cari uang dan melihat internet adalah peluang untuk cari uang.

Itu sama aja jadi jualan motivasi usaha, padahal tidak punya usaha sendiri yang mumpuni. Jalan dari kampus ke kampus ngasih motivasi usaha, dan ironisnya malah mencetak pengangguran-pengangguran baru.

Cari uang di internet? Semua bisa. Internet tempat yang luas, tapi juga terlalu luas. Semua orang udah jualan di internet. Semua udah ada di Internet. Lalu bagaimana caranya biar bisa jadi pionir disitu?

Ga gampang. Butuh waktu. Butuh dedikasi. Namanya cari uang, ga segampang apa yang dibicarakan di cara-cara mencari uang di internet. Dia juga susah pasti. Mungkin benar, cara paling mudah cari uang di internet adalah dengan bikin artikel dan ebook ngasitau orang cara cari uang di internet :P.

Semoga bermanfaat 🙂

When You Are At Your Lowest

Mungkin kalian pernah sampai di titik ini. Mungkin juga kalian sedang berada di titik ini. Kalau kalian belum pernah sampai di titik ini, bersyukur, dan persiapkan diri.

Sepanjang hidup, mungkin kita akan ada di fase “jatuh”. Fase ini berbeda-beda pada setiap orang. Penyebabnya juga variatif, tergantung situasi, kondisi, dan takdir juga sih. Basi lah omongan-omongan soal “Ayo kalo jatuh harus bangkit” dan sejenisnya, karena setiap orang mengalami pengalaman yang berbeda. Mungkin yang berat buat si A, enteng buat si B. Mungkin si C memang sanggup menerima “jatuh” yang lebih dalam daripada si D. Beda.

Saat “jatuh”, kita cenderung lebih senang terjebak di masa itu. Mencari dopingan dopamin dari berbagai sumber; entah itu sosmed, majalah, olahraga, tidur, makan, dsb.  Mencari penundaan untuk menghadapi apa yang seharusnya kita hadapi. Once you feel enough, kita akan sampai pada realisasi: Ini semua harus dihadapi.

Toh kita akan bertahan, dan sadar banyak hal saat menjalaninya.

Saat kamu sedang “jatuh”, kamu akan sadar kalau kamu punya lebih sedikit teman daripada yang kamu pikir. Teman yang bisa melihat lebih jauh dari status sosial dan keberadaanmu. Teman yang masih ngajakin kesana kesini kalau ada waktu.

Saat kamu sedang “jatuh”, kamu akan mulai mengukur harga diri dengan standar yang kamu pasang sendiri. Kamu akan mulai mengukur kapasitas dan daya juang dirimu. Kamu tidak lagi terlalu memikirkan ekspektasi orang lain yang cuma akan membebani dan membatasi ruang gerakmu.

Saat kamu sedang “jatuh”, kamu akan sadar bahwa semuanya tidak pernah terlalu berarti. Kita hidup diantara 7 milyar manusia lainnya, di atas bola batu yang berotasi mengitari bintang kecil, di pinggir galaksi kecil diantara milyaran bintang lainnya. Galaksi ini bersandar di tepi gugus galaksi diantara ratusan ribu galaksi lainnya. Ditengah triliunan struktur alam semesta lain. Really, who do you think you are?

Saat kamu sedang “jatuh”, kamu akan mulai menghargai hal-hal kecil. Kamu akan sadar bahwa hidup memang tidak pernah adil. You should work your asses off somewhere.

Dan yaudalah gausah kebanyakan berkata-kata. Silakan sedih selagi masanya. Gausah kelamaan.