Karya
Apa yang aku kerjakan, untuk siapa, dan gimana Trust Chain bekerja.
Aku bekerja di empat domain. Dari luar kelihatannya ga nyambung. Dari dalam, semuanya punya satu metode: pahami sistemnya, bangun infrastrukturnya, biarkan berkembang.
Trust Chain
Setiap keterlibatan dengan klien mengikuti pola yang sama. Aku namakan ini Trust Chain. Bukan karena kedengarannya keren, tapi karena emang begitu cara kerjanya di lapangan:
- Visibilitas. Klien nemuin aku karena perusahaan-perusahaanku muncul di tempat yang perusahaan mereka ga muncul. Site aku ranking. Entitas aku terverifikasi. Pekerjaan aku terdokumentasi. Ini bukti sebelum pitch.
- Diagnosis. Aku pelajari sistem klien yang ada sekarang. Instalasi pompa mereka, koleksi buku mereka, kehadiran pencarian mereka. Aku identifikasi apa yang rusak atau hilang.
- Infrastruktur. Aku bangun apa yang perlu ada. Bukan perbaikan cepat. Sebuah sistem yang terus berkembang seiring waktu.
- Dokumentasi. Setiap keterlibatan jadi studi kasus. Pekerjaan itu jadi bukti berikutnya.
Tiga perusahaan yang aku operasikan, Witanabe, Arsindo, dan Hibrkraft, bukan cuma bisnis. Mereka adalah demonstrasi langsung dari metode ini.
Layanan
Entity Infrastructure
Perusahaanmu harusnya muncul ketika seseorang nanya ke ChatGPT, Gemini, atau Perplexity soal industrimu. Kalo ga muncul, kamu invisible. Aku bangun Entity Infrastructure yang benerin itu.
Metodologi Trust Chain · 3 studi kasus live
Digital Strategy & SEO
Arsitektur website, infrastruktur SEO, dan strategi konten. Bukan "manajemen media sosial." Pekerjaan struktural yang bikin semuanya berkembang bersama.
20+ tahun membangun · witanabe.com, hibrkraft.com
Teknik Industri
Sistem pompa, fuel polishing, pembersihan tangki, dan fabrikasi custom melalui PT Witanabe dan PT Arsindo. Full lifecycle: survei lokasi, spesifikasi teknis, pengadaan, komisioning.
60+ proyek terdokumentasi · distributor ALBIN Pump
Konservasi Buku
Perbaikan, restorasi, dan konservasi berstandar arsip untuk koleksi institusional. Pekerjaan konservasi fisik dan konsultasi arsip.
EFEO Paris/Jakarta · KPK